LifeNotes in 140 dots: #syndrome40

#4 Bagai seekor ikan: diangkat utk dihidang atau dilepas utk dibesarkan!
#5 Hanyalah setetes mukus yg kulahap pd tiap detak harap!
#6 Aku kulum senyum gunungmu selewat matamu tertutup selendang senja! Bahkan tanpa tanya dirimu
#7 Kan ku sabari dirimu bahkan ketika liuk sirip entah dimana bermuara!
#8 Bukanlah mimpi yg harus terlewati, saat kau tanya! Menikmatikah?
#9 Dan kau katakan jangan ketika aku bergerak dan sentuh! Dimanakah keniscayaan?
#10 Meski aku rasakan dimana mesti singgah! Selayak kau pahami batasnya!
#11 Dimana kutambat percik harapku ketika tonggak sauh telah kau lepas? Hiburan!
#12 Bahkan ketika dua alur aku lalui semasa! Lewat malam ketika aku tersadar!
#13 Saat napas meliukpun dan tanpa pernah tahu ujungnya, namun kita mesti sepaham batasnya!
#14 Bila kabut menyelimuti labirinmu dan kawan seiring melingkupi, niscayakah kecupmu tertunda?
#15 Atau musimlah yang mengalunkan nalar hingga menapaki batas rentan!
#16 Atau hanya beriak menatap tiap liukmu!
#17 Bahkan kau tanya kenapa? Ketika kesendirianku kau senandungkan! Kedalaman lubuk mana yang dapat kupercikan?
#18 Atau alamkah yang harus berpihak ketika kau lingkarkan tentakel di harapku!
#19 dimanakah dirimu ketika rasaku kau sentuh? Bahkan akupun bisa paham namun bagaimanakah ku terima sesaat!
#20 Kau kutunggu selayak musim berganti, menikmati tiap hisap yang terpercik, atau saat tiba hanya berharap semu kau pergi
#21 Haruskah bertanya tentang sesuatu yang pasti ketika aku mencari suar?
#22 Aku memulai utk mengakhiri, pd saatnya! Ketika kusibak hutanmu dan kucium basah goamu! Mestikah kau sentuh lagi rasaku?
#23 Sampai dimana aku bertahan meski semestinya tak berbatas! Ketika pun rasa saling sentuh bahkan sangat dekat, pintu urung kubuka, dirimu!
#24 Diriku, dirimu dan antara kita yg harus disabari, ketika alun mengalirkan biduk berbeda! Berbaliklah pd dirimu karena aku yg berharap
#25 Bahkan harapku seerat cemas ketika cinta kurimbuni di dasar lubuk! Dengan cinta jualah, (mungkin) sesaat harus kupisah dirimu!
#26 Kau (seperti) memaksaku mengarunginya, lewat angin yg kau semilirkan malam ini! Pendangilah, maka aku akan ada untukmu
#27 Andai dpt kulangkahi awan, terang saja bukan hanya kurindui dirimu, karena simpatimu yg menghampiri
#28 Dan aku beriya atas apapun yg kau tanya! Pun kali kedua rasaku rasamu bersentuh, bahkan berulang, kita bertahan! Dimanakah persimpangan?
Salah69x! #syndrome40
#29 Bila akhirnya rasaku lewati rasamu, kudapati pintu tlah terbuka! Selayak sesal lewati simpangan, mestikah bertanya siapa? #syndrome40
Mestikah ada alasan yang tidak pernah kau tanya? Gesturmu yang justru aku tangkap ketika berulang rasaku melewati rasamu! #syndrome40
#30 Ironiskah mendefinisikan pernah, sering atau biasa? Bahkan tiap sisik tak ‘kan menapikan liukanmu, yg terbaca! #syndrome40
Naifkah bila kutunjukkan harapku? Sewajar berharap kau memahami habitku! Atau, aku bersiap kepergianmu #syndrome40
#31 Nistakah kurelakan kepergianmu ketika harapku telah tergerus? Meski harus kuyakini harapku bukanlah karena pintumu telah terbuka
Pun bilakah kekhawatiran terpupus selayak gesturmu yang terbuka nyata? Bilapun masih menunggu, bagai percik disublimasi terik #syndrome40
#32 Dimanakah letak keniscayaan bila liukanmu tak seiring ucap? Masa ketiga telah melewatkan rasaku atas rasamu pd tiap kedip matamu!
Rasakah yg harus dimuarakan pd tanya? Atau biarkan aliran menemui harapnya! #syndrome40
#33 #syndrome40 Tanyakanlah pd air tak beriak bila musim berganti ketika cinta yang tak memiliki melewatkan rasa!
#34 Kau terasa begitu dekat meski hati kita tak tahu dimana bersua bahkan kita (mungkin) salah membaca tanda #syndrome40
yg mengharuskanku kembali sebelum bertepi! #syndrome40
#35 #syndrome40 Dimanakah kau muarakan aku, bila kau merasai tak sebiduk hati? Kau dekap erat asamu saat kau mengedip (harap?) padaku
#36 Bagaimana aku bisa rebahan di bahumu, bila kau tetap berada di biduk lain atau (senyatanya) pacuan kita beda #syndrome40
#syndrome40 Senapas kita lepas ketika rasaku memeluk rasamu, melintasi empat bayang yang tak kau jaga meski kau coba menahan
#syndrome40 Sehalus kabut, rasaku meliukan rasamu, menyemilirkan hembusan kelima ketika malam mengerutkan harap
#37 #syndrome40 Bahkan saat kau gelengkan rasa, aku masih menangkap gestur harapmu senada kau senandungkan pelangi indah yang entah kemana.
#syndrome40 Atau segores angin yg menerpa rasaku memercik rasamu bila rusuk keenam bersua. Mungkin waktulah yg harus mengintip!
#38 Dimana aku harus labuhkan keakuanku, bila kau pertanyakan harapku? Atau kau paksa aku ejawantahkan di bentang alam? #syndrome40
#39 Kan kurenangi hatimu meski harus tersesak dan kujejaki nadimu meski harus tercekat meski ku tak tahu dimana berada! #syndrome40
#syndrome40 Pagi yg menusuk selewat malam tadi, masihlah rasaku menyesaki rasamu melewati tujuh-delapan detak napas terengah
#40 Tak mesti kuraih ibamu bila keakuanku harus ditaruhkan, kau masih tetap beri jalan kesembilan rasaku tetesi rasamu! #syndrome40
#41 #syndrome40 Aku cukup tahu dari yg kulihat, aku cukup tahu dari yg kauceritakan, dan aku cukup tahu dari yg kurasakan! Tentang dirimu!
#42 #syndrome40 Lubuk kita tersekat keniscayaan meski gerak berkali senapas layaknya rasaku mengirama rasamu kesepuluh!
Bahkan ketika hari masih menjelang senja #syndrome40
Dan ketika dinihari menjelang, keniscayaan masih sebelas berulang bila rasaku menggerak rasamu melanjutkan iramanya #syndrome40
Aku berusaha utk tdk memaksa bahkan utk mendapatkan maaf meskipun aku akan sangat memohonnya ;(<3! #43 #syndrome40 Inilah muara yg kau tanya selayak akhir menelusuri rasamu yg mungkin tanpa jejak! Renangilah dan kan kubiduki alurku kini #syndrome40 Kan kusimpan liukan rasamu di lubuk tak terjangkau selayak aku menyenandungkan harap pada bagian napas. Inilah tentang rasaku. #syndrome40 keniscayaankah yg menghampiri bila masih tersisa lepas tengah malam duabelas rasaku melantun rasamu kembali? #syndrome40 Mestikah pula kita tanya tentang batas keharmonisan bila tengah malam tiga belas rasaku bersenandung rasamu kembali