Info Global Budidaya IkanFeeding aquaculture in an era of finite resources

Pada akhir tahun ini, 50% konsumsi ikan dunia diprediksi akan berasal dari ikan hasil budidaya dibandingkan dengan hasil dari tangkapan, demikian sebuah publikasi internasional melaporkan (http://www.pnas.org/content/106/36/15103). Dari laporan tersebut, secara global, menunjukkan suatu peluang pasar yang sangat besar bagi usaha produksi budidaya ikan. Peningkatan permintaan sumber protein hewani yang berasal dari ikan diyakini berkaitan dengan adanya kebutuhan asam lemak omega-3 yang aman dikonsumsi manusia, terutama untuk menurunkan resiko penyakit jantung.

Laporan tersebut juga menunjukkan adanya penurunan yang sangat signifikan pada penggunaan ikan tepung ikan yang berasal dari penangkapan melalui pakan pada budidaya ikan. Rasio penggunaan tepung ikan menurun sepertiga pada tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 1995. Penurunan ini lebih dipercaya akibat adanya perbaikan pada teknologi budidaya. Kondisi ini juga merupakan suatu kekuatan nyata bagi usaha produksi perikanan budidaya.
Aquaculture’s pressure on forage fisheries remains hotly contested. This article reviews trends in fishmeal and fish oil use in industrial aquafeeds, showing reduced inclusion rates but greater total use associated with increased aquaculture production and demand for fish high in long-chain omega-3 oils. The ratio of wild fisheries inputs to farmed fish output has fallen to 0.63 for the aquaculture sector as a whole but remains as high as 5.0 for Atlantic salmon. Various plant- and animal-based alternatives are now used or available for industrial aquafeeds, depending on relative prices and consumer acceptance, and the outlook for single-cell organisms to replace fish oil is promising. With appropriate economic and regulatory incentives, the transition toward alternative feedstuffs could accelerate, paving the way for a consensus that aquaculture is aiding the ocean, not depleting it.
ref: 1) http://www.pnas.org/content/106/36/15103
2) http://storybank.stanford.edu/stories/stanford-study-half-fish-consumed-globally-now-raised-farms

catatan: posting pada Indonesia bukan merupakan translate langsung dari English.

Leave a Reply