Bioflok di Batas Negeri

Tepuk tangan 100an orang menggema seiring dengan benih ikan lele berlarian ke dasar bak selepas ditebar oleh Dirjen Perikanan Budidaya dan Bupati Belu. Tepuk tangan yang membawa harapan besar untuk membangkitkan budidaya perikanan di perbatasan negeri, sebesar kegigihan para pembudidaya ikan di Cempaka Lalosuk untuk belajar dan bekerja memelihara ikan.

Perlu upaya ekstra dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak untuk mewujudkan harapan tersebut melalui kegiatan percontohan budidaya ikan lele sistem bak bulat. Dari mulai memilih calon penerima calon lokasi hingga proses adopsi teknik budidaya kepada masyarakat, termasuk, secara simbolis, melakukan penebaran pertama dan penyerahan bantuan secara resmi. Wajarlah bila semua itu dikategorikan pekerjaan yang penting dilakukan untuk memastikan harapan dapat terwujud sekaligus salah satu upaya pemerataan pembangunan.

Wajar juga, bila penebaran ikan dan penyerahan bantuan perlu untuk diselenggarakan dengan baik. Karena merupakan daerah perbatasan negeri yang relatif belum cukup familiar dengan sistem budidaya yang intensif, jadi wajar bila semangat kerja para penerima dan aparatur setempat sebanding dengan semangat tim pendamping teknis diberi penghargaan dengan kehadiran setingkat Dirjen dan Bupati.

Bagaimanapun, penebaran ikan adalah awal dari kerja sebenarnya dalam pemeliharaan ikan. Proses produksi baru mulai dan perlu kerja serius dari semua pihak untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana. Semoga sukses

Atas kehadiran dan kerja sama yang baik, disampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:
Kepala Dinas Perikanan Kab Belu
Kepala Bappeda Kab Belu
Kepala Dinas Kesehatan Kab Belu
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kab Belu
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab Belu
Kepala Dinas KB Kab Belu
Kepala Bagian Humas Kab Belu
Kepala Karantina Ikan Bandara Atambua
Perwakilan Bagian Protokol
Perwakilan 50 Pokdakan dari 12 kecamatan Kab Belu
Banbinkamtibmas
Babinsa
Dinas Perikanan Kab Timor Tengah Selatan
Koperasi Syariah Soe Kab Timor Tengah Selatan
Pokdakan dari Kab Timor Tengah Selatan
Mahasiswa Politeknik Perikanan Kupang
Masyarakat sekitar Dusun Lalosuk

Improving biomass gain using crossbreeding of distinct farmed population of African catfish Clarias gariepinus

Improving biomass gain using crossbreeding of distinct farmed population of African catfish Clarias gariepinus

Ade Sunarma, Odang Carman, Muhammad Zairin Jr., Alimuddin

Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Science, Bogor Agricultural University, Dramaga Campus, Bogor 16680, West Java, Indonesia;
National Freshwater Aquaculture Center, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, Republic of Indonesia. Jalan Selabintana 37, Sukabumi 43114, Indonesia. Corresponding author:

Abstract
African catfish, Clarias gariepinus was introduced to Indonesia, firstly in 1985 and subsequently in 2002, 2005 and 2011, both as farmed and wild population. However, limited number of early parental and uncontrolled broodstock utilization led to deterioration of production performance. One possible method that can produce immediate improvement is crossbreeding between distinct introduced populations. The present study examined the performance and heterosis of crossbreeding of farmed African catfish. Three populations (the Indonesia, Netherlands and Thailand populations) were reciprocally crossbred to form three purebred and six crossbreed populations. Body weight, survival, biomass, feed conversion and growth rate were calculated at the nursing stage (81 days after hatching) and the grow-out stage (172 days after hatching). At the grow-out stage, the Netherlands female x Thailand male (NT) population achieved the highest biomass (22.59 kg) and body weight (241.39 g) and had a higher survival rate (93.67%). The NT population obtained the highest mid-parent heterosis on survival (19.71%) and biomass (52.31%) and the highest best-parent heterosis on biomass (25.34%) at the grow-out stage. These results emphasized the preference of the crossbreeding between separated population for enhancing of the production performance. Further studies and implication of our result to Clarias production in Indonesia are proposed.

AACL Bioflux 2017 10(5):1001-1010

Produksi Mutiara Kerang Air Tawar

Proses pengambilan dan teknik insersi bahan mutiara pada kerang air tawar di Kanchanaburi, Thailand

Demontrasi pada
Kunjungan TCTP 2008
Kerjasama DoF Thailand dengan JICA Jepang

Filmed by Andriamaharo Tantely (Madagaskar)