#UjungSelatanNegeri: Mengelokan Liuk Lauk SORO

Ikan SORO adalah ikan yang paling enak. Begitu yang disampaikan alm Abah Haji semasa hidupnya. Tentunya, dibandingkan sebatas ikan air tawar. Di Jawa Barat. Di Sukabumi bagian Selatan. Beliau asyik menatapnya meliuk di kolam yang bening. Berenang berputar mengelilingi kolam. Kalau di Sungai Cikaso, ikan ini adalah ikan SORO. Kata Beliau yang diaminkan oleh beberapa orang dari kampung yang ikut bersamanya. Itu sebelum tahun 2000an ketika masih ada koleksi ikan KANCRA di BBPBAT Sukabumi. Ikan Kancra dari Sungai Cimanuk. Bukan dari Sungai Cikaso.

Ikan Soro Cikaso #UjungSelatanNegeri

Ada ikan SORO di Sungai Cikaso. Sungai di bagian Selatan Sukabumi. Bermula dari Lengkong, Pabuaran, Sagaranten, menjadi batas Kalibunder dengan Tegalbuleud, Cibitung dan bermuara di Tegalbuleud. Menjadi batas wilayah sekaligus memisahkan perjalanan kendaraan diantara kedua wilayah. Batas yang memaksa orang untuk meniti sebuah jembatan sempit untuk menyebrangi Sungai Cikaso. Melintasi turunan yang terjal kemudian selepas jembatan harus mendaki tanjakan yang hanya batu, bahkan batu yang dipegang akan kemudian diinjak. Namun orang masih bisa membawa pikulan padi gedengan (ke depan dan belakang bisa sampai 2-3 meter), sebuah pertunjukan masa lalu ketika orang masih menanam padi di huma. Tidak ada cerita orang kecelakaan atau terjatuh ke sungai yang penuh batu karang besar, ketika melintas di jalan dan jembatan itu. Lain cerita dengan tempat penyeberangan lain yang pernah memakan korban. Begitu para orang tua bercerita. Karena jalan itu diperuntukkan bagi manusia. Itulah Lembah Kaleang.

Lembah Kaleang Cikaso #UjungSelatanNegeri
Lembah Kaleang Cikaso #UjungSelatanNegeri

Suatu area bebatuan purba. Batu karang hitam dengan permukaan yang sangat kasar. Batu sekepalan tangan seperti ditempelkan tidak beraturan. Tegak lurus menjulang, sekira 60-70 meter, di kanan kiri Sungai Cikaso yang mengalir diantara selanya. Dan cerita orang tua, ada buaya putih. Di batu. Di dalam air. Di bawah jembatan kecil. Itulah batas. Di arah hulu Lembah Kaleang, tidak ditemukan buaya. Dan tidak ada ikan SORO juga.

Lembah Kaleang Cikaso #UjungSelatanNegeri
Lembah Kaleang Cikaso #UjungSelatanNegeri

Ikan SORO bukanlah ikan yang beruaya jauh ke hulu. Atau ke hilir. Ikan ini menentang arus, nampaknya, hanya untuk mencari area yang cocok untuk perkawinan atau pemijahan. Lembah Kaleang menyediakan itu. Sungai Cicurug bermuara selepas curug yang tinggi sehingga menyediakan oksigen yang mencukupi. Ada hamparan bebatuan kecil yang cocok untuk ikan menebar telur. Pertemuan sungai Cikaso dan Cicurug menyediakan sumber makanan yang berlimpah untuk larva ikan. Setelahnya, ada beberapa lubuk yang dalam dan berair tenang yang cocok untuk perkembangan burayak hingga dewasa. Lembah Kaleang yang berada di dataran rendah memberikan temperatur yang relatif hangat menjadi pendorong untuk pertumbuhan ikan SORO.

Lembah Kaleang Cikaso #UjungSelatanNegeri
Ikan Soro Cikaso #UjungSelatanNegeri

Lembah Kaleang sudah menjadi habitat ideal untuk hidup ikan SORO bergenerasi. Tidak ada mitos. Tidak ada larangan. Tidak ada kepercayaan. Bisa ditangkap kapanpun. Oleh siapapun. Seberapapun. Dengan cara apapun. Sayang. Perubahan lingkungan dan manusia makin mengancam keberadaan ikan SORO. Penyelamatan sudah mendesak untuk dilakukan. Zona konservasi akan tepat diterapkan disertai dengan edukasi ke masyarakat dan penegakan aturan. Konservasi seperti yang telah dilakukan oleh Raja Jayabupati di Sungai Cicatih di zaman Kerajaan Sunda. Pemanfaatan sebagai biota budidaya juga bisa menjadi alternatif sekaligus penyelamatan plasma nutfah.