Jangan Melihat Hanya yang Terlihat: Sebuah Koreksi Diri

Umur berasa baru dua minggu bila diukur dari didapatkannya sebuah contoh dari suatu ayat. Atau berasa dua setengah tahun bila diukur dari arti kehadiran. Atau lebih jauh lagi bila diukur dari sisi yang lain. Sehingga, apalah arti dari sebuah pertanyaan “berapa umur anda?”
Perbedaan persepsi, mungkin itulah yang cukup mewakili. Ataukah sebuah upaya pencarian identitas? (Karena tidak sampai hati untuk menggunakan istilah pencitraan)

Alih-alih menampilkan sebuah proses awal, saya lebih tertarik dengan sebuah hasil, atau setidaknya suatu proses berjalan. Mungkin sebuah proses awal dari suatu inovasi, tapi menjadi tidak/kurang bermakna bila data dasarnya tidak dipegang. Sementara sebuah hasil,  meskipun kecil tapi tetap hasil.
Namun, sebuah hasil juga mesti didukung oleh rangkaian data yang mencukupi. Kadang, karena alasan apapun, sebuah hasil ditampilkan bukan karena sebuah rataan dengan perbandingan lengkap atau metode yang teruji. Apalagi bila tidak jujur bahwa ada beragam kendala utk ‘hasil’ tersebut. (Masa sih harus disebut pencitraan!!!) Inilah yang kemudian dapat ‘menjebak’ kegiatan lanjutan, mempersulit proses perluasan atau penerapan di masyarakat, atau setidaknya mempersulit proses evaluasi atas kondisi tertentu.

Secara kebetulan (?), saya berkesempatan melihat contoh fenomena tersebut. Tentu, saya tidak bermaksud memberikan suatu justifikasi ataupun menghakimi, karena sangat mungkin saya salah persepsi. Ramainya “budidaya ikan lele sistem bioflok” atau populernya kembali “budidaya ikan sistem minapadi”.

(utk dilanjutkan)