Mengejar FCR rendah = mengejar untung lebih!

FCR dibawah 0.7, full pelet tanpa pakan tambahan, bisakah?

Efisiensi pakan bisa meningkat (FCR rendah):
– Nutrisi dalam pakan (protein, lemak, keseimbangan energi dll) secara efektif menjadi daging: kandungan sesuai kebutuhan ikan
– Kondisi lingkungan yang memadai: kepadatan 100-200 ekor/m2, air bau diganti
– Benih yang bagus: benih dari strain unggul dan hasil gradingan pertama

Bagaimana 0.7 kg pakan bisa menjadi 1 kg daging??

FCR = bobot pakan / (bobot panen – bobot tebar – bobot mati)
FCR 0.7 = 0.7 kg pelet menjadi 1 kg daging

Belajar menghitung:
Pelet 0.7 kg (bobot basah), kandungan air 15 sehingga bobot keringnya = 0.595 kg
Ikan 1 kg (bobot basah), kandungan air 80% sehingga bobot keringnya = 0.20 kg
Dari 0.595 kg pelet bobot kering hanya menjadi 0.20 kg ikan bobot kering sehingga masih ada 0.395 kg (66%) pelet bobot kering yang terbuang (sebagai kotoran ikan dan akibat metabolisme tubuh)

jadi, FCR 0.7 wajar bisa tercapai apalagi kalo menggunakan pakan tambahan (kotoran hewan yg difermentasi, hijauan, ikan rucah dll)!

Kalo FCR = 0.2, dengan hitungan sama, akan kekurangan bobot kering yg bisa dikonversi jadi energi dan daging 0.17 kg. Jumlah tersebut tidak terbayang bisa dipenuhi hanya dari kotoran sapi fresh

note:
Saya tidak bermaksud untuk mendorong para pembudidaya untuk hanya menggunakan pelet komersial! Sejauh bisa dibuat, penggunaan pakan mandiri mungkin akan lebih menguntungkan!
Cara penghitungan diperoleh dari Yth Prof E. Harris, IPB

Leave a Reply