manual on giant gouramy nurseryteknik pembenihan gurame

download pdf file teknik pembenihan gurame

this manual wrote in Indonesian. If you interest to this post, you could to contact author to discuss about breeding and seeding of giant goramy

Pendahuluan

Ikan gurame (Indonesian Giant Goramy, Osphronemus goramy, Lac.) merupakan salah satu ikan asli perairan Indonesia, terutama berasal dari kepulauan Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Beberapa kawasan pengembangan budidaya, antara lain: Bogor, Tasikmalaya, Ciamis dan Garut (Jawa Barat), Cilacap, Banyumas, Banjarnegara dan Purbalingga (Jawa Tengah), Kulonprogo, Bantul dan Sleman (Yogyakarta) dan Tulung Agung, Blitar dan Lumajang (Jawa Timur) serta Sumatera Barat, Riau dan Kaimantan Selatan.

Ciri-ciri Induk

Perbedaan paling mencolok antara induk jantan dengan induk betina adalah adanya ciri khas pada ikan jantan, yaitu: terdapat benjolan di bagian kepala (dahi), bibir bawah tebal dan memerah terutama pada saat birahi, tidak memiliki warna hitam pada ketiak sirip dada dan apabila bagian perut diurut ke arah anus akan mengeluarkan cairan berwarna putih susu (sperma). Sedangkan pada ikan betina memiliki ciri-ciri, yaitu tidak terdapat benjolan di bagian kepala (dahi), bibir bawah tipis, memiliki warna hitam pada ketiak sirip dada dan apabila sedang matang gonad perutnya membesar dan lembek

Pemijahan

Pemijahan ikan gurame dapat dilakukan secara alami maupun buatan. Namun demikian, sejauh ini, teknik pemijahan secara buatan belum dapat diterapkan pada skala usaha. Ikan ini termasuk dalam kelompok induk ikan yang menjaga telurnya secara baik. Ikan jantan yang sudah siap memijah membangun sarang untuk menampung telur dari induk betina.

Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva

Kepadatan telur selama proses penetasan adalah 4 – 5 butir/cm2 dengan kedalaman air 15 – 20 cm dan pemberian aerasi kecil pada suhu 29 – 30 oC. Penetasan telur dengan padat penebaran 1 – 2 butir/cm2 dapat dilakukan tanpa pemberian aerasi. Telur menetas dalam selang waktu 36 – 48 jam tergantung suhu media penetasan.

Pemeliharaan Benih

Benih gurame dapat dipelihara di akuarium, bak kayu yang dilapisi plastik, bak tembok, waskom plastik dengan sistem resirkulasi atau ditebar langsung di kolam pendederan. Pemeliharaan benih pada wadah terkontrol harus dilengkapi dengan aerasi untuk suplai oksigen dan terhindar dari kontak langsung dengan hujan. Sedangkan pemeliharaan pada kolam pendederan harus disiapkan kolamnya terlebih dulu secara baik.

Penanganan Kualitas Air dan Penyakit Ikan

Dalam pemeliharaan benih gurame diperlukan kualitas air yang relatif stabil terutama suhu yaitu 28 – 29 oC. Fluktuasi suhu yang terlalu tinggi biasanya menyebabkan kondisi kesehatan ikan terganggu dan mudah terserang penyakit. Indikasi yang terlihat diantaranya napsu makan berkurang, ikan berkumpul di permukaan dan ekor berwarna hitam. Organisme penyakit yang biasanya terdeteksi antara lain: Trichodina sp., Ichthiopthirius sp., Aeromonas sp., dll.

download pdf file teknik pembenihan gurame

2 comments

  1. ijun says:

    makasi dawnloadnya

  2. Terimakasih sudah menyiapkan artikel ini, sangat membantu

Leave a Reply